Siswa SMP Korban penikaman anggota perguruan silat di NTT keluar dari RS

KEFAMENANU, TIMME–Sambil menenteng sebotol infus dengan selang yang masih tertancap dibagian tubuh anaknya, kedua orangtua dari Vikrensio Alone Bnani (14) yang menjadi korban penikaman oleh anggota perguruan silat akhirnya dikeluarkan paksa dari Rumah Sakit Leona.

Langkah ini ditempuh kedua orangtua korban lantaran kuatir dengan biaya perawatan yang akan membengkak, ditambah lagi dengan kondisi ekonomi keluarga yang tergolong tidak mampu.

Pihak keluarga berencana berobat jalan agar bisa menekan pengeluaran biaya berobat yang cukup mahal, apalagi anak mereka belum miliki BPJS kesehatan karena kedua orangtuanya bekerja serabutan yang tidak mempunyai penhasilan tetap an pasti.

Sejak dirawat dari tanggal 3 lalu hingga kemarin, keluarga harus membayar biaya sebesar 16 juta rupiah, beruntung dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak kabupaten Timor Tengah Utara membantu sebagian biaya perawatannya.

“Kami terpaksa kasi keluar anak kami dari rumah sakit karena biaya terus naik, kemarin kami harus bayar 16 juta, beruntung dari pemerintah bantu kami 12 juta sehingga sisanya 4 juta kami keluarga patungan dan bayar itu,”Ungkap ibu korban Petronela Bnani didampingi suaminya Yanarius Antoin anin, Rabu 15/12/2021.

Sebelumnya, Vikrensio Alone Bnani (14) menjadi korban penganiayaan dan penikaman oleh 5 orang anggota perguruan silat di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Pihak Kepolisian setempat belum menjelaskan kronlogis kejadian secara detail maupun terkait dengan motif penikaman tersebut namun sesuai hasil penyelidikan dan olah TKP, polisi akhirnya menangkap 5 orang pemuda yang diduga sebagai pelaku.

Lima pemuda tersebut berinisial AJL (22), MB (37), AYT (26), YAPU (23) dan AS (26), kelima pemuda ini merupakan anggota salah satu perguruan silat di Kabupaten Timor Tengah Utara. (SEB)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *