Buron 2 Minggu Pelaku Penyekap Anak Di Bawah Umur Di Sergap Tim Buser Polres TTS

 

Soe, TIMME–Setelah Buron 2 minggu, DB alias Dendi Baeneo Pemuda yang baru berusia 18 tahun dengan alamat tuapakas, RT/RW 001/002, Desa tuapakas, kecamatan Kuatnana, Kabupaten TTS, NTT ditangkap tim buser Polres TTSpada Kamis tanggal 6 Mei 2021. Usai diamanakan tim Buser, DB alias Dendi Baeneo langsung ditahan di Polsek kualin guna proses lebih lanjut.

DB alias Dendi Baeneo ditahan atas laporan orang tua dari FN dan MT di Polsek Kualin bahwa dua orang anaknya hilang dan diduga disekap oleh Dendi Baeneo.

Laporan awal tentang kehilangan kedu anaknya berlangsung pada pada tanggal 28 April 2021 sekitar 13.00 wita. kemudian pada hari Sabtu tanggal 01 Mei 2021 datang lagi perempuan tersebut (ibu kandung kedua korban) dan memberitahu bahwa 2 orang anak perempuan tersebut telah di temukan dan menurut kedua anak tersebut mereka telah di ekap oleh tersangka DB dan telah disetubuhi.

Iptu Hendrika R A Bahtera, Kasat Reskrim Polres TTS menerangkan bahwa, kasus itu berawal pada hari Senin tanggal 26 April 2021 sekitar 18.00 wita kedua korban bertemu dengan tersangka di pasar Tuapakas dan saat itu tersangka berkenalan dengan kedua korban.

Dikatakannya, Dan saat itu tersangka mengajak kedua korban untuk pergi ke rumah korban namun pada saat itu kedua korban tidak mau sehingga tersangka mengambil sebilah pisau dari pinggang kanan tersangka dan mengancam kedua korban dengan menggunakan pisau tersebut.

Saat itu korban takut sehingga kedua korban mengikuti tersangka. Dan saat itu tersangka membawa kedua korban ke rumah tersangka dan menyekap kedua korban dari tanggal 26 April 2021 hingga tanggal 30 April 2021.

Hendrika menceritakan kembali pengauan para korban bahwa setiap ada kesempatan tersangka selalu melakukan hubungan badan dengan korban I sambil memegang kemaluan dan buah dada korban kedua. Dan pada hari Jumat tanggal 03.00 wita (dini hari) kedua korban disuruh pulang oleh tersangka dan tersangka mengatakan bahwa kalau kedua korban menyampaikan hal tersebut maka kedua korban akan di bunuh oleh tersangka namun setelah tiba di rumah kedua korban langsung memberitahu hal tersebut kepada orang kedua korban sehingga orang tua korban melaporkan hal tersebut ke Polsek kualin. (fan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *