Bercita-cita jadi Kowad atau Polwan, Stefani Sandra meol ternyata atlit Taekwondo berprestasi

KEFAMENANU, TIMME–Stefani Sandra Meol, remaja Putri kelahiran Denpasar, 12 September 2004 silam saat ini disebut-sebut menjadi altit Taekwondo yang berprestasi, beladiri Taekwondo bukan sebuah dunia baru bagi dirinya, kiprahnya dalam dunia taekwondo digeluti mulai sejak usia kanak-kanak.

Ketekunan yang dijalani dalam dunia taekwondo dimulai sejak masih berumur 7 tahun dan bertahan hingga detik saat ini, hingga membuat dunia taekwondo melekat dalam dirinya. Bukan perjalanan yang singkat, memulai karirnya di dunia taekwondo tentunya tidak selalu berjalan mulus.

Stefani yang ditemui di kediamannya di Kota Kefamenanu, Timor Tengah Utara, NTT mengaku, Hampir tidak percaya diri pada masa-masa pertama kali memasuki latihan taekwondo, antara bisa dan tidak bisa, namun menurutnya segala perjuangan dan usaha yang dilakukan, akhirnya ia bisa berdiri seperti saat ini dan membuahkan hasil.

“Awal ikut latihan memang tidak percaya diri tetapi lama-lama Dunia taekwondo adalah dunia yang sangat luar biasa dan sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter generasi muda, apalagi di era milenial saat ini.”Imbuhnya.

Foto saat menjadi wasit dalam sebuah pertandingan cabang Olahraga Taekwondo.

Dia menceritakan, sejak menjadi atlit taekwondo Binaan Atlit Cabor Taekwondo KONI TI-TTU dan Kodim 1618/TTU, dirinya pernah mengikuti kejuaraan memperebutkan Piala Danrem Cup juara dan berhasil meraih juara 2, kemudian mengikuti Popda 2019 di Kupang dengan perolehan hasil adalah mendapat Juara 3, selanjutnya mengikuti Atambua Border Open kemudian berhasil masuk juara 3, selanjutnya mengikuti Kejurnas Yunior 2018 di Jakarta.

Hingga di tahun 2021 setelah menyandang Sabuk hitam (Dan 1 Kukiwon) ia memutuskan untuk mengikuti penataran wasit juri Taekwondo, dan berhasil memposisikan namanya diurutan beberapa nama urutan terbaik dalam penataran wasit juri daerah se-Provinsi NTT.

“Yang paling mengesankan adalah Mengikuti Pelatihan jadi Wasit dan terpilih sebagai Wasit Nasional, selain itu juga mendapat Piagam Penghargaan sebagai Salah Satu Wasit yang bertugas dalam event – event yang akan di selenggarakan dalam waktu dekat di wilayah NTT,”Kisahnya.

 

Deretan Medali yang diperolah Stefani Sandra Meol dalam berbagai even kejuaraan Taekwondo. (foto.Ist)

Saat ditanya cita-citanya, Sandra sapaan akrabnya dengan polos mengaku jika diperbolehkan dirinya bercita-cita mengabdi untuk negara yang menjadi KOWAD atau Polwan.

“Pesan kedua orang tua saya kepada saya adalah, pandai-pandailah membagi waktu, jangan sampai kamu yang diatur oleh waktu dan teruslah belajar dan berlatih serta tetap rendah hati,” semoga niat dan cita-cita saya yang selama ini saya idam-idamkan menjadi abdi negara dibidang TNI (KOWAD) atau Polisi (POLWAN) dapat terwujud,”Harapnya.

Kesuksesan Sandro, ternyata tidak luput dari perhatian serta dukungan kedua orangtuanya.

“Ya kita sebagai orangtua tetap mendukung anak, kita lihat kegemarannya dibidang olahraga bela diri ya kita mendukung penuh, kita orangtua juga berharap cita-citanya terwujud sesuai keinginannya,”Harap Ema Meol, ayah Sandra. (seb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *